Tuesday, March 4, 2014

API



Dalam tema “AN-NAFI’U”, salah satu sub tema yang dibahas dalam pembelajaran di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah “api”. Anak-anak diperkenalkan segala hal seluk-beluk api, mulai dari wujudnya, sifatnya, kegunaannya sampai dengan bahaya yang disebabkannya. Secara umum anak-anak sudah mengenal api dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembahasan sub tema api dibuat lebih variatif sehingga mampu menarik perhatian anak-anak.
Kali ini, anak-anak diajak untuk mengenal bagaimana api bisa tetap menyala dan apa sesungguhnya yang dibutuhkan api untuk menyala. Selama proses pembelajaran, anak-anak diajak untuk melihat, mengamati, bereksperimen sampai dengan memahaminya.
Mula-mula disiapkan lilin dan korek api. Setelah dijelaskan berbagai hal tentang lilin dan korek api tersebut, maka eksperimen pun dilakukan. Apa yang dibutuhkan api untuk tetap hidup? Lilin yang sudah dinyalakan dengan korek api dibiarkan agak lama, kemudian dilakukan percobaan menutup lilin tersebut dengan gelas kaca tembus pandang. Apa yang terjadi? … ternyata apinya menjadi padam. Dari eksperimen ini, anak-anak diperkenalkan bahwa untuk tetap menyala, ternyata api juga membutuhkan udara. Dan itulah salah satu wujud kekuasan Allah swt.

Friday, February 7, 2014

MEMBUAT MINUMAN TEH

Salah satu indikator pembelajaran di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah aspek pengembangan Kognitif 2.1.4. Melakukan kegiatan yang eksploratif dan eksperimen. Sesuai dengan indikator ini, maka para siswa diarahkan dan dibimbing dalam sebuah kegiatan yang mengarah pada proses eksperimen yakni kegiatan pembuatan teh manis. 
Bagi siswa kelompok A, mereka masih dibimbing oleh para guru dalam pengerjaan eksperimen ini. Perkembangan motorik mereka yang memang masih dalam taraf perlu bimbingan, maka guru masih memegang tangan dan mengarahkan. 
Sedang bagi kelompok B, sudah masuk tahap eksperimen. Siswa diminta untuk merasakan air biasa terlebih dahulu. Guru menanyakan apa rasanya? Dengan demikian siswa dapat merasakan rasa air ketika belum berubah. Kemudian siswa juga diminta untuk mencicipi air tawar yang sudah dicampur teh namun belum diberi gula. Siswa pun kembali paham bahwa rasa teh sesungguhnya adalah bukan manis. Barulah kemudian siswa diminta untuk memberikan gula secukupnya pada air tehnya masing-masing dan diminta untuk mencicipi perubahannya.
Dari kegiatan ini, diharapkan siswa mampu memahami berbagai proses serta perubahan sederhana yang terjadi selama pembuatan minuman teh. Adapun karakter yang diharapkan muncul adalah rasa ingin tahu dan kreatif. 

Tuesday, December 10, 2013

KREATIFITAS KOLASE

Ada ungkapan yang dijadikan acuan bagi orang yang banyak akal atau kecerdasan emosionalnya tinggi, yaitu ungkapan "Banyak jalan menuju Roma". Simple saja, sesungguhnya kita mampu berbuat banyak hal dengan berbagai cara. Hanya saja kita sering merasa terbentur dengan sebuah sarana, misalnya ketika ingin membuka usaha merasa terbentur masalah pendanaan.
Berangkat dari hal-hal seperti itulah kemudian, RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo menyusun kurikulum sekolah secara sistematik yang diharapkan mampu menumbuhkembangkan kreatifitas anak dalam menghadapi permasalahan hidup secara sederhana. Salah satu metodenya adalah menggambar dengan teknik kolase. Karakter yang diharapkan muncul adalah tumbuhnya kreatifitas anak, pada saat dia harus membuat gambar, namun tidak tersedia cat air maupun alat pewarna lainnya. Yang disediakan hanya kertas warna saja. Maka kemudian guru mengarahkan anak agar merobek kecil-kecil kertas warnanya dan menempelkannya menjadi sebuah gambar.
Kali ini, anak-anak diberi tugas membuat gambar pohon dengan teknik kolase. Pada proses pembelajaran ini, banyak aspek pengembangan yang dimunculkan. Mulai dari Motorik-nya (merobek kertas), Kognitifnya (mengeluarkan ide bentuk pohon) dan lain sebagainya.
Meski belepotan lem kertas, namun mereka tampak bangga dengan hasil karya yang menakjubkan tersebut. Ternyata, untuk membuat gambar bagus pun, bisa dilakukan tanpa cat air maupun alat pewarna lain.


BERKEBUN


Salah satu tema Pembelajaran dalam Kurikulum Sekolah di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah AL-HAFIDZU yang kemudian dijabarkan lagi dalam sub tema Tanaman. Berkenaan dengan hal ini, proses pembelajaran berlangsung dengan topik bahasan seputar tanaman. Dengan sumber belajar majalah maupun LKS buatan guru, anak-anak diperkenalkan pada gambar, tulisan maupun hal-hal yang berkaitan dengan tanaman.
Lebih dari itu, untuk memaksimalkan pengetahuan yang dapat dicerna oleh anak, maka perlu dilaksanakan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan dunia nyata. Program pembelajaran dibuat dengan metode observasi lapangan sekaligus praktek langsung menanam.
Anak-anak diajak pergi ke sawah dan melaksanakan proses menanam jagung. Mereka diberi penjelasan tentang model tanah yang dibuat gundukan. Di situ kemudian dibuat lubang yang ditanami biji jagung. Setelah semua anak menanamkan biji jagungnya, barulah ditimbun dengan pasir. Anak-anak tampak antusias dan bergembira, meski kaki dan bajunya terkena kotoran tanah.



Saturday, November 2, 2013

MENGISI AIR DALAM BOTOL


Salah satu indikator dalam kurikulum pendidikan di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah Kognitif dengan nomor indeks 7.1.3. Mengisi wadah dengan air atau pasir.
Indikator ini terlihat simple saja, namun akan terasa lebih greget jika dimodifikasi menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Oleh karenanya, dibuatlah sebuah kegiatan perlombaan bagi anak-anak untuk mencapai indikator yang dimaksud.
Dalam kegiatan ini, diharapkan anak-anak akan mencapai target indikator dalam sehari, yaitu: 
B 3.1.2. Memahami aturan dalam suatu permainan. (Guru memberikan penjelasan aturan perlombaan pada anak-anak)
PAI 14.1.3. Menghafal kalimat thayyibah dan mengaplikasikan dalam kegiatan. (Anak-anak membaca basmalah sebelum memulai lomba)
FM 1.1.4. Mampu berlari sambil melompat dengan seimbang tanpa jatuh. (Praktek berlari dari posisi start menuju botol air)
7.1.3. Mengisi wadah dengan air atau pasir. (anak-anak mengisi air dalam botol dengan media spon)
ASK  3.5.3. Memberikan penghargaan pada keunggulan orang lain. (Memberikan applaus tepuk tangan bagi sang pemenang)
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh karakter kemandirian pada anak. Rasa percaya diri juga diharapkan akan muncul seiring motivasi dukungan dari teman-teman yang menonton. Kegiatan ini juga akan semakin membuat anak senang berimprovisasi dengan berbagai media yang mungkin akan mereka temukan di rumah nanti.



Friday, October 4, 2013

KUNJUNGAN KE PABRIK ROTI SARI RASA

Dalam tema ash-Shamadu dengan sub tema: Makanan Minuman, di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo mengadakan berbagai macam kegiatan anak yang langsung bersentuhan langsung dengan obyek riil. Ada kegiatan pembuatan jus buah, menyiapkan roti tawar dengan taburan coklat di atasnya, dan juga observasi langsung ke pabrik roti untuk melihat proses pembuatan roti.
Anak-anak diajak berkunjung ke pabrik roti "SARI RASA" yang merupakan home industri yang sudah mampu memproduksi roti dengan daerah pemasaran hingga ke luar kota. Anak-anak dibimbing oleh guru untuk mengetahui bahan-bahan dasar pembuatan roti dan proses penggilingan/pencampurannya.

Anak-anak juga dapat melihat langsung berbagai alat untuk pembuatan roti, mulai dari mesin penggiling, nampan pencetak, hingga oven pemanggang. Dari observasi ini, akhirnya anak-anak menjadi memahami bagaimana proses pembuatan roti yang mereka makan.


Wednesday, September 18, 2013

COOKING DAY: "Make the Tomato Juice"

Dalam tema "ash-Shamadu", terdapat sub tema: "Makanan dan Minuman". Dengan sub tema ini, anak-anak RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo, diberi berbagai materi kegiatan yang bersifat teori, praktik maupun observasi. Untuk yang bersifat teori, anak-anak diajak untuk mengerjakan majalah dan LKS yang ada kaitannya dg sub tema pokok bahasan, semacam menghitung gambar makanan, atau mewarnai gambar makanan dan sebagainya.
Sedangkan dalam rangka pembelajaran yang bersifat praktikum, maka anak-anak diajak untuk mengadakan kegiatan membuat minuman yaitu jus tomat. Kegiatan ini memakai metode proyek, dimana tiap anak mendapat bagian pekerjaan masing-masing sehingga yang satu berkaitan dengan yang lain secara holistik.
Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Ada yang bertugas mencuci tomat, ada yang bertugas meramu bahan yang terdiri dari tomat, gula dan air, ada juga yang bertugas memblender, dan ada juga yang bertugas menyiapkan gelas plastik plus memberinya susu krim agar lebih lezat.
Ketika semuanya sudah selesai dan siap saji ... maka tiba waktunya untuk bersorak gembira sambil menikmati hasil jerih payah bersama .... mmmmmm .... nikmatnya.


Sunday, September 15, 2013

KEGIATAN FISIK MOTORIK

Dalam kegiatan pembelajaran di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo, terdapat aspek fisik motorik. Aspek inipun masih terbagi lagi dalam motorik kasar dan motorik halus.
Salah satu indikator yang digunakan adalah anak mampu memainkan permainan bola, baik menendang, melempar maupun menggulirkan. Dalam kegiatan kali ini, anak-anak dikenalkan dengan permainan bowling, yaitu melemparkan bola ke arah sasaran dengan tepat.
Hal yang harus diperhatikan oleh anak-anak adalah konsentrasi dan cara menggulirkan bolanya.
Namun karena masih usia kanak-kanak, maka konsep ini dilaksanakan secara sederhana. Antusiasme yang tinggi membuat mereka kurang sabar dalam menunggu giliran bermain. Bahkan dalam memberikan support pada si pemain, mereka bersemangat sekali ... yah, namanya juga anak-anak.
Permainan yang menuntut kesabaran dan konsentrasi pemusatan perhatian ini sangat cocok bagi anak-anak yang aktif dan juga bertype kinestetik. Gairah mereka untuk senantiasa bergerak jadi tersalurkan.



Saturday, September 14, 2013

PENGENALAN KONSEP WUDLU

Terbatasnya sarana-prasarana bukanlah sebuah alasan bagi anak-anak RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo untuk serius dalam proses pembelajaran. Meski belum memiliki sarana mushola, apalagi tempat wudlu, tidak menjadi masalah. Toh, mereka masih bisa "numpang" belajar kegiatan proses keagamaan di mushola RT.
Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mempraktekkan langsung proses dari lagu "berwudlu" yg biasa mereka nyanyikan. Jika sebelumnya mereka hanya menghafalkan lagunya dan mengimajinasikannya, maka sekarang tiba waktunya untuk melakukan secara langsung. Bagi mereka, melakukan wudlu secara nyata tentu tidak semudah menyanyikannya, sehingga masih perlu bimbingan aba-aba dari guru.
Rona kegembiraan jelas terpancar dari wajah mereka. Selain mendapatkan pengalaman baru tentang syariat islam, tentunya mereka juga dapat bermain air dari pancuran dan memahami beberapa konsep sains sederhana.
Setelah memahami konsep wudlu ini, maka akan dilanjutkan dengan konsep ibadah shalat yang lebih detail.


Monday, August 5, 2013

PONDOK RAMADHAN

Tema Pelajaran pembuka di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah "AL-FATAHU" dengan Sub Tema: Amaliyah Ramadhan dan Idul Fitri.
Dalam masa awal masuk ini, sekaligus digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan "Pondok Ramadhan". Pada minggu ke-1, anak-anak diberi pelajaran berupa pengetahuan seputar Ramadhan beserta beragam amaliyahnya seperti puasa, tarawih, tadarus, ronda sahur, dan sebagainya. Minggu ke-2 diberi pengetahuan seputar Idul Fitri. Pengetahuan tersebut dikemas dalam pelajaran biasa dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa yang disusun oleh guru pengajar sendiri. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk praktek menggunakan peralatan ibadah shalat yaitu sarung bagi laki-laki dan mukena bagi perempuan. Anak-anak diajak simulasi shalat berjamaah berupa shalat tarawih dan shalat idul fitri. Mereka tampak antusias dan gembira mengikuti kegiatan ini.


MOS

Tahun Ajaran baru telah hadir kembali. Waktunya membuka lembaran baru, seraya menerima kehadiran teman-teman baru. Alhamdulillah ... sampai Ramadhan ini, RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo telah menerima 69 murid baru. Dengan kehadiran wajah-wajah baru, tentu akan menambah gairah untuk bersosialisasi bagi anak.
Masa Orientasi Siswa berlangsung 3 hari. Pada MOS kali ini diisi dengan berbagai macam kegiatan perkenalan, baik perkenalan dari ibu/bapak guru maupun dari murid baru. Selain itu, siswa baru juga langsung dikenalkan pada berbagai kegiatan yang akan rutin dilaksanakan di hari-hari biasa, yaitu upacara hari Senin serta Senam Pagi. Dalam berbagai kegiatan ini, siswa lama membaur dengan siswa baru seraya memberikan contoh kepercayaan diri dalam bersekolah.
WELLCOME THE NEW FRIENDS...