Tuesday, June 23, 2015

OBSERVASI KE KOLAM IKAN

Belajar tema al-Muhyi, sub tema Binatang Air dan Binatang Udara
indikator:


PAI 7.1.1 Mengenal air untuk wudlu melalui lagu
K 5.1.1 Menyebutkan permainan yang disukai
B 7.1.2 Melengkapi kalimat sederhana
FM 11.1.2 Membuat gambar dengan teknik mozaik (segi 3, segi 4 dsb).
ASK 6.1.3 Merapikan mainan setelah bermain
kegiatan:
- Menyanyikan lagu air untuk wudlu.

- Tanya-jawab permainan yang disukai, mis: mancing mania.
- Melengkapi kalimat: “burung terbang di …” ; “ikan berenang di …”.
- Pemberian tugas membuat gambar ikan dengan teknik mozaik.

- Merapikan mainan masak ikan setelah bermain

Proses belajar-mengajar ini dilaksanakan di luar kelas. Anak-anak diajak untuk observasi ke kolam ikan, untuk melihat secara langsung kehidupan binatang air. Sebelumnya anak-anak diajak untuk mengenal bermacam-macam air yang bisa digunakan untuk berwudlu, diantaranya air sungai dan air laut tempat hidup ikan. Namun khusus untuk air kolam ikan yang diobservasi, tidak boleh digunakan untuk berwudlu karena beberapa hal. Anak-anak juga diajak tanya-jawab jenis-jenis pemainan yang memakai wahana air, semisal mancing mania. Selain itu juga diajak tanya-jawab tempat hidup hewan. Barulah setelah itu, anak-anak diberi tugas membuat gambar ikan dengan teknik mozaik segi empat. Di kegiatan akhir, anak-anak diajak bermain di dalam kelas dengan alat mainan ikan dari plastik.
 

Monday, April 27, 2015

OBSERVASI KE PABRIK KAYU PUTIH

Dunia anak-anak merupakan dunia bermain sambil belajar. Daya imajinasi anak-anak juga luar biasa. Bahkan mereka terbiasa mengimajinasikan berbagai pengetahuan yang diperoleh. Oleh karenanya, anak-anak sangat perlu diberikan pengetahuan sebanyak mungkin. Memang tidak harus mereka mampu memahaminya, cukuplah sebagai pengetahuan.
RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo berusaha menjalankan misi sekolah yaitu memberikan pelayanan pendidikan baik pengetahuan umum maupun religi secara humanis dengan sentuhan teknologi modern. Dalam konsep ini, anak-anak diajak untuk observasi ke sebuah pabrik di wilayah Sukun Ponorogo, yaitu Pabrik Minyak Kayu Putih. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai bentuk mesin pabrik yang digunakan untuk mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih. Hasil olahan ini akan dijadikan sebagai bahan untuk obat gosok dan sejenisnya.
Anak-anak tentu sangat antusias melihat secara langsung berbagai mesin produksi di pabrik. Mereka mendapatkan pengalaman baru yang akan menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

Sunday, April 26, 2015

DISIPLIN DAN BERMAIN

RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo mengajarkan disiplin pada anak melalui Upacara Bendera hari Senin. Memang pada dasarnya, metode belajar di tingkatan Taman Kanak-kanak adalah belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Namun ada juga penanaman disiplin agar anak mengenal lebih banyak tentang aturan-aturan. Melalui Upacara Bendera, anak-anak diajarkan untuk berdiri tenang dalam beberapa waktu, mengikuti beberapa ritual upacara dengan tertib, seperti persiapan barisan, pengibaran bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca Pancasilla, serta mendengarkan pidato dari pembina upacara.
Kegiatan Upacara Bendera ini merupakan salah satu stimulus yang diterapkan, dengan harapan agar anak merespon dengan baik, sehingga terwujudlah karakter disiplin pada anak. Dengan tumbuhnya karakter disiplin ini, maka anak akan lebih mudah menerima berbagai pengetahuan melalui proses belajar mengajar. Namun dalam konsep ini, anak-anak tetaplah bisa bermain bebas saat jam istirahat, untuk meluapkan emosi anak-anak. Antara disiplin dan bermain tetap pada porsinya masing-masing.

Tuesday, October 14, 2014

MELUKIS DENGAN MEDIA

Melukis merupakan kegiatan yang mengekspresikan daya kreatifitas anak. Salah satu indikator yang dikembangkan berkaitan dengan motorik halus anak RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah melukis dengan berbagai media. Kali ini, anak-anak belajar dengan tema al-Wasi'u dengan sub tema Lingkungan Sekitar.
Kegiatan belajar adalah melukis bunga di lingkungan sekitar dengan media sederhana yaitu cuttonbud dan pasta. Terlebih dahulu anak-anak diajak melihat langsung obyek bunga yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Setelah itu, mereka diberi kebebasan untuk melukis di tempat yang diinginkan secara berkelompok. Pasta tiga warna disediakan untuk digunakan secara bersama namun bergiliran.
Selain itu, anak-anak juga diajak berkreatifitas dengan media pelepah pisang untuk membentuk pola dengan cara mencetak dengan pasta. Dengan kegiatan semacam ini, diharapkan daya kreatifitas anak semakin berkembang dan setiap anak akan mampu menunjukkan potensinya.

Tuesday, July 29, 2014

PISAH-KENANG 2013-2014

Persembahan terakhir dari anak-anak kelompok B angkatan tahun 2013-2014 adalah sebuah opera yang berjudul "PERJALANAN DAKWAH". Opera ini ditampilkan dalam acara pisah-kenang dengan guru dan adik kelas.
Opera ini menceritakan kisah perjalanan rombongan juru dakwah yang berkeliling nusantara. Mereka bertemu dengan masyarakat yang beragam budaya lokal. Opera ini menggunakan musik patrol yang dimainkan oleh anak-anak sendiri dengan satu dalang dan dua sindennya. Selayaknya sebuah opera, maka penampilan ini juga menyuguhkan nyanyian dan tarian, namun dikemas dalam kesederhanaan anak-anak.


Monday, May 5, 2014

MENANAMKAN RASA EMPATI DI BPBD PONOROGO

Beberapa waktu belakangan ini, Indonesia dilanda berbagai bencana. Mulai rutinitas banjir tiap musim hujan sampai gunung meletus yang abunya beterbangan lintas propinsi. Dalam kaitan tema pembelajaran "al-Mutakabbiru" dengan sub tema "Gejala Alam", maka anak-anak RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo, menyelenggarakan kegiatan kunjungan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ponorogo. Dalam kegiatan ini, anak-anak diberi pengetahuan tentang berbagai hal yang terkait dengan bencana, dengan tutor Team SAR.
Kegiatan dimulai dengan pemutaran film pengetahuan tentang bencana dan cara penanggulangan maupun penanganannya. Setelah itu anak-anak diajak bersimulasi penanganan bencana banjir. Peralatan team SAR milik BPBD digunakan secara langsung, mulai dari rompi, dayung sampai perahu karet. Anak-anak pun diskenario dalam sebuah sosio-drama. Ada yang berperan menjadi masyarakat yang terkena bencana dan ada yang berperan menjadi team SAR.
Dengan pembelajaran metode simulasi lengkap ini, diharapkan tertanam rasa empati pada diri anak-anak, sehingga muncul kesadaran sosial dalam kehidupan nyata.

Sunday, April 27, 2014

NASIONALISME

TEMA: MALIKUL-MULKI
Dalam pembelajaran tema Malikul-Mulki ada sub tema Negara.
Pada tiap hari Senin, anak-anak RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo sudah dibiasakan untuk mengikuti kegiatan upacara bendera. Kali ini anak-anak diajak untuk mengenal bendera negara. Hal ini dimaksudkan agar tumbuh rasa nasionalisme dalam jiwa mereka.
Proses pembelajaran cukup sederhana saja. Anak-anak terlebih dahulu diminta untuk melihat bendera negara Republik Indonesia dalam wujud nyata, yaitu yang biasa digunakan untuk upacara bendera. Kemudian anak-anak diberi pengertian tentang arti warna bendera merah putih. Setelah mampu memahami dan dilakukan sesi tanya-jawab, maka dimulailah kegiatan bendera dalam bentuk miniatur dari kertas. Anak-anak menyusun dan menempelkan kertas warna menjadi bentuk bendera. Mereka memberinya sedotan di tepi yang berfungsi sebagai tiang bendera.
Ketika sudah selesai, mereka dengan bangga mengibarkan bendera merah putih seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya.



Tuesday, March 4, 2014

API



Dalam tema “AN-NAFI’U”, salah satu sub tema yang dibahas dalam pembelajaran di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah “api”. Anak-anak diperkenalkan segala hal seluk-beluk api, mulai dari wujudnya, sifatnya, kegunaannya sampai dengan bahaya yang disebabkannya. Secara umum anak-anak sudah mengenal api dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembahasan sub tema api dibuat lebih variatif sehingga mampu menarik perhatian anak-anak.
Kali ini, anak-anak diajak untuk mengenal bagaimana api bisa tetap menyala dan apa sesungguhnya yang dibutuhkan api untuk menyala. Selama proses pembelajaran, anak-anak diajak untuk melihat, mengamati, bereksperimen sampai dengan memahaminya.
Mula-mula disiapkan lilin dan korek api. Setelah dijelaskan berbagai hal tentang lilin dan korek api tersebut, maka eksperimen pun dilakukan. Apa yang dibutuhkan api untuk tetap hidup? Lilin yang sudah dinyalakan dengan korek api dibiarkan agak lama, kemudian dilakukan percobaan menutup lilin tersebut dengan gelas kaca tembus pandang. Apa yang terjadi? … ternyata apinya menjadi padam. Dari eksperimen ini, anak-anak diperkenalkan bahwa untuk tetap menyala, ternyata api juga membutuhkan udara. Dan itulah salah satu wujud kekuasan Allah swt.

Friday, February 7, 2014

MEMBUAT MINUMAN TEH

Salah satu indikator pembelajaran di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah aspek pengembangan Kognitif 2.1.4. Melakukan kegiatan yang eksploratif dan eksperimen. Sesuai dengan indikator ini, maka para siswa diarahkan dan dibimbing dalam sebuah kegiatan yang mengarah pada proses eksperimen yakni kegiatan pembuatan teh manis. 
Bagi siswa kelompok A, mereka masih dibimbing oleh para guru dalam pengerjaan eksperimen ini. Perkembangan motorik mereka yang memang masih dalam taraf perlu bimbingan, maka guru masih memegang tangan dan mengarahkan. 
Sedang bagi kelompok B, sudah masuk tahap eksperimen. Siswa diminta untuk merasakan air biasa terlebih dahulu. Guru menanyakan apa rasanya? Dengan demikian siswa dapat merasakan rasa air ketika belum berubah. Kemudian siswa juga diminta untuk mencicipi air tawar yang sudah dicampur teh namun belum diberi gula. Siswa pun kembali paham bahwa rasa teh sesungguhnya adalah bukan manis. Barulah kemudian siswa diminta untuk memberikan gula secukupnya pada air tehnya masing-masing dan diminta untuk mencicipi perubahannya.
Dari kegiatan ini, diharapkan siswa mampu memahami berbagai proses serta perubahan sederhana yang terjadi selama pembuatan minuman teh. Adapun karakter yang diharapkan muncul adalah rasa ingin tahu dan kreatif. 

Tuesday, December 10, 2013

KREATIFITAS KOLASE

Ada ungkapan yang dijadikan acuan bagi orang yang banyak akal atau kecerdasan emosionalnya tinggi, yaitu ungkapan "Banyak jalan menuju Roma". Simple saja, sesungguhnya kita mampu berbuat banyak hal dengan berbagai cara. Hanya saja kita sering merasa terbentur dengan sebuah sarana, misalnya ketika ingin membuka usaha merasa terbentur masalah pendanaan.
Berangkat dari hal-hal seperti itulah kemudian, RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo menyusun kurikulum sekolah secara sistematik yang diharapkan mampu menumbuhkembangkan kreatifitas anak dalam menghadapi permasalahan hidup secara sederhana. Salah satu metodenya adalah menggambar dengan teknik kolase. Karakter yang diharapkan muncul adalah tumbuhnya kreatifitas anak, pada saat dia harus membuat gambar, namun tidak tersedia cat air maupun alat pewarna lainnya. Yang disediakan hanya kertas warna saja. Maka kemudian guru mengarahkan anak agar merobek kecil-kecil kertas warnanya dan menempelkannya menjadi sebuah gambar.
Kali ini, anak-anak diberi tugas membuat gambar pohon dengan teknik kolase. Pada proses pembelajaran ini, banyak aspek pengembangan yang dimunculkan. Mulai dari Motorik-nya (merobek kertas), Kognitifnya (mengeluarkan ide bentuk pohon) dan lain sebagainya.
Meski belepotan lem kertas, namun mereka tampak bangga dengan hasil karya yang menakjubkan tersebut. Ternyata, untuk membuat gambar bagus pun, bisa dilakukan tanpa cat air maupun alat pewarna lain.