RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo pada semester genap ini menyusun banyak kegiatan yang berorientasi pada metode observasi langsung yang menuntun anak didik untuk melihat realita bahan ajar secara langsung. Salah satunya adalah dalam sub tema Gejala Alam, anak-anak diajak untuk berkunjung di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini dimaksudkan agar anak-anak dapat mengenal langsung alat-alat yang dipakai oleh tim SAR dalam menanggulangi berbagai macam bencana alam.
Alhamdulillah, program ini mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak BPBD Ponorogo. Kedatangan anak-anak yang menjadikan kantor BPBD hiruk-pikuk tidaklah mengganggu aktifitas para para pejuang tim kemanusiaan ini. Para anggota tim SAR dankaryawan kantor justru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bersimulasi dengan menggunakan perahu karet, pelampung dan dayung. Ada anak yang berperan sebagai anggota tim SAR dan ada yang berperan sebagai korban bencana banjir. Anak-anak diberi wawasan juga tentang bencana alam melalui film animasi serta ceramah dari tim SAR.
Kegiatan belajar semacam ini semoga dapat menggugah semangat mereka untuk peduli pada lingkungan serta peduli sosial sesuai pendidikan karakter yang tengah digalakkan oleh pemerintah sekarang ini.
Monday, May 6, 2013
Thursday, April 25, 2013
BHINEKA TUNGGAL IKA
Salah satu tema dalam konsep kurikulum di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo adalah tema "Malikul-Mulki" yang kemudian diuraikan dalam beberapa sub tema, salah satunya adalah sub tema "Bhineka Tunggal Ika". Nah, dalam rangka proses pembelajaran tersebut, maka dibuatlah program kegiatan khusus yang mengakomodir materi dari sub tema serta dapat langsung diaplikasikan pada anak-anak. Kegiatan tersebut adalah pentas "Gebyar Pesona Kreatifitas dalam rangka Hari Kartini" yang diselenggarakan pada tanggal 22 April lalu.
Dalam pentas ini, anak-anak dipersilahkan untuk mengeksplorasi bakat serta minat masing-masing. Ada yang menari, bermain drama, bercerita, puisi dan lain-lain. Dengan demikian mereka akan berpacu dalam kreatifitas untuk memberikan karya yang terbaik bagi siapapun ... baik guru maupun orang tua.
Dalam pentas ini, anak-anak dipersilahkan untuk mengeksplorasi bakat serta minat masing-masing. Ada yang menari, bermain drama, bercerita, puisi dan lain-lain. Dengan demikian mereka akan berpacu dalam kreatifitas untuk memberikan karya yang terbaik bagi siapapun ... baik guru maupun orang tua.
GOOD JOB MY CHILDREN ... IT'S WONDERFULL
Tuesday, April 16, 2013
MENGEJAR CITA-CITA
Setiap anak pasti akan selalu bersemangat jika ditanya tentang cita-citanya. Hanya sedikit anak yang mengungkapkan cita-cita dengan malu-malu. Cita-cita memang harus setinggi langit dan anak-anak harus mempunyai mimpi tentang cita-cita tersebut.
Dalam rangka mengenalkan tentang tema pembelajaran Cita-cita, maka RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Out Door Study ke kantor Polres Ponorogo. Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak akan mengenal lebih jauh tentang "Polisi" beserta seluk-beluknya.
Kedatangan putra-putri RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo diterima dengan baik oleh bagian Satlantas. Anak-anak diajak tour berkeliling kompleks Polres Ponorogo. Banyak hal yang diperkenalkan kepada anak-anak, mulai dari aneka mobil dan motor Polisi, ruangan-ruangan kantor, sampai area uji SIM.
Anak-anak begitu antusias mengikuti pengarahan dari Polisi dan Polwan yang menjadi guide. Bahkan mereka diperkenankan untuk mencoba naik mobil patroli Polisi, sepeda motor patroli dan juga truk Polisi.
Keramahan Polisi dan Polwan semakin terlihat saat mengadakan game interaktif yang membuat anak-anak semakin bersemangat untuk semakin dekat dengan pak Polisi dan bu Polwan. Tidak ada kesan angker dalam interaksi tersebut. Di penghujung kegiatan, ketika diberikan pertanyaan: "Siapa ingin jadi Polisi?" maka serentak mereka menjawab: "Sayaaaaaaaa ..."
Dalam rangka mengenalkan tentang tema pembelajaran Cita-cita, maka RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Out Door Study ke kantor Polres Ponorogo. Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak akan mengenal lebih jauh tentang "Polisi" beserta seluk-beluknya.
Kedatangan putra-putri RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo diterima dengan baik oleh bagian Satlantas. Anak-anak diajak tour berkeliling kompleks Polres Ponorogo. Banyak hal yang diperkenalkan kepada anak-anak, mulai dari aneka mobil dan motor Polisi, ruangan-ruangan kantor, sampai area uji SIM.
Anak-anak begitu antusias mengikuti pengarahan dari Polisi dan Polwan yang menjadi guide. Bahkan mereka diperkenankan untuk mencoba naik mobil patroli Polisi, sepeda motor patroli dan juga truk Polisi.
Keramahan Polisi dan Polwan semakin terlihat saat mengadakan game interaktif yang membuat anak-anak semakin bersemangat untuk semakin dekat dengan pak Polisi dan bu Polwan. Tidak ada kesan angker dalam interaksi tersebut. Di penghujung kegiatan, ketika diberikan pertanyaan: "Siapa ingin jadi Polisi?" maka serentak mereka menjawab: "Sayaaaaaaaa ..."
Sunday, March 17, 2013
EVERYWHERE FOR STUDY
i hear i forget, i see i remember, and i do yes i can do it again.
Proses pembelajaran RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo tidak hanya berlangsung di dalam kelas saja, melainkan juga berlangsung di luar kelas. Hal ini mengacu pada kebutuhan rasa ingin tahu anak untuk menjelajah segala sesuatu yang belum diketahuinya. Anak-anak tidak boleh hanya dicekoki dengan buku yang hanya berisi gambar. Seharusnya anak-anak juga diajak untuk mengetahui secara langsung apa yang diajarkan.
Misalnya dalam proses pendidikan agama, maka anak-anak diajak untuk praktek berwudlu dan mengenal masjid secara langsung. Meskipun mereka sudah mengetahui setiap harinya tentang masjid, namun tetap ada porsi-porsi tertentu yang mereka tidak tahu dan memerlukan penjelasan dari guru.
Kemudian juga dalam mengenal lingkungan sekitar, mereka tetap memerlukan informasi yang lebih akurat dari para guru tentang banyak hal, semisal tentang cara menanam atau cara memelihara ikan atau cara membangun rumah beserta bentuk nyata geometri yang sering diajarkan.
Dalam proses pembelajaran seperti ini, metode observasi (pengamatan langsung) sangatlah diperlukan. Dan akan kita dapati kegembiraan anak-anak ketika mereka belajar seperti ini. Mereka akan mudah mengingat karena mereka melihat secara nyata bukan sekedar gambar di buku.
Proses pembelajaran RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo tidak hanya berlangsung di dalam kelas saja, melainkan juga berlangsung di luar kelas. Hal ini mengacu pada kebutuhan rasa ingin tahu anak untuk menjelajah segala sesuatu yang belum diketahuinya. Anak-anak tidak boleh hanya dicekoki dengan buku yang hanya berisi gambar. Seharusnya anak-anak juga diajak untuk mengetahui secara langsung apa yang diajarkan.
Misalnya dalam proses pendidikan agama, maka anak-anak diajak untuk praktek berwudlu dan mengenal masjid secara langsung. Meskipun mereka sudah mengetahui setiap harinya tentang masjid, namun tetap ada porsi-porsi tertentu yang mereka tidak tahu dan memerlukan penjelasan dari guru.
Kemudian juga dalam mengenal lingkungan sekitar, mereka tetap memerlukan informasi yang lebih akurat dari para guru tentang banyak hal, semisal tentang cara menanam atau cara memelihara ikan atau cara membangun rumah beserta bentuk nyata geometri yang sering diajarkan.
Dalam proses pembelajaran seperti ini, metode observasi (pengamatan langsung) sangatlah diperlukan. Dan akan kita dapati kegembiraan anak-anak ketika mereka belajar seperti ini. Mereka akan mudah mengingat karena mereka melihat secara nyata bukan sekedar gambar di buku.
Saturday, March 16, 2013
OUT BOND
Dunia anak merupakan dunia bermain. Dalam bermainnya anak itulah sesungguhnya si anak banyak belajar tentang lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alamiyahnya.Sepertinya tidak ada anak yang tidak ingin bermain. Namun memang jenis permainan yang disukai memang berbeda.
Sebagian besar anak-anak menyukai permainan yang menantang dan memacu adrenalin mereka. Hal ini karena memang rasa ingin tahu mereka yang mendasari jiwa penjelajah masih sangat tinggi. Banyak hal yang ingin dicoba dan dirasakan sensasinya. Metode yang pas untuk menampung hasrat seperti ini adalah Out Bond.
Out Bond juga melatih anak untuk memiliki keberanian dan tidak lagi menggantungkan diri pada orang tua maupun temannya. Semua tahap permainan harus dilakukan sendiri. Kegiatan semacam ini tentu saja akan menumbuhkan juga rasa kemandirian bagi si anak.
jadi ... tanyakan pada anak anda: "are you ready?"
Sebagian besar anak-anak menyukai permainan yang menantang dan memacu adrenalin mereka. Hal ini karena memang rasa ingin tahu mereka yang mendasari jiwa penjelajah masih sangat tinggi. Banyak hal yang ingin dicoba dan dirasakan sensasinya. Metode yang pas untuk menampung hasrat seperti ini adalah Out Bond.
Out Bond juga melatih anak untuk memiliki keberanian dan tidak lagi menggantungkan diri pada orang tua maupun temannya. Semua tahap permainan harus dilakukan sendiri. Kegiatan semacam ini tentu saja akan menumbuhkan juga rasa kemandirian bagi si anak.
jadi ... tanyakan pada anak anda: "are you ready?"
WIRA USAHA IMAJINASI
Sistem pendidikan di Indonesia memang lebih mengedepankan aspek kognitif dibanding aspek afektif maupun psikomotorik. Namun ini bukan bearti tertutup peluang bagi para pendidik untuk lebih mengedepankan kedua aspek yang dinomor duakan tersebut. Karena menurut penelitian para ahli, diantaranya Daniel Goleman, bahwasanya peran kecerdasan kognitif bagi kesuksesan seseorang di bidang yang digelutinya hanyalah 20% saja.
Berangkat dari berbagai hal tersebut, maka kemudian konsep pendidikan usia dini lebih menekankan aspek afektif maupun psikomotoriknya. Tentu saja hal ini juga berkaitan dengan tingkat perkembangan otak anak yang memang masih belum mampu untuk diajak berpikir secara logis analitis. Pendidikan di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo juga berorientasi demikian dengan konsep "BELAJAR SAMBIL BERMAIN". Banyak hal bisa diajarkan pada anak dan kemudian anak dapat berpikir kreatif imajinatif untuk menciptakan hal baru atau mengkreasikan yang sudah ada.
Bila anak kita beri kesempatan untuk bereksplorasi dengan daya imajinasinya, maka itu sama halnya dengan kita memberinya kesempatan untuk berwirausaha dalam konteks kecil. Si anak akan semakin mandiri dengan "pekerjaan" barunya untuk berkreasi tanpa minta orang lain untuk membuatkan sesuatu untuknya. Dan inilah sesungguhnya yang dimaui oleh pemerintah dengan konsep pendidikan wira usahanya.
Berangkat dari berbagai hal tersebut, maka kemudian konsep pendidikan usia dini lebih menekankan aspek afektif maupun psikomotoriknya. Tentu saja hal ini juga berkaitan dengan tingkat perkembangan otak anak yang memang masih belum mampu untuk diajak berpikir secara logis analitis. Pendidikan di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo juga berorientasi demikian dengan konsep "BELAJAR SAMBIL BERMAIN". Banyak hal bisa diajarkan pada anak dan kemudian anak dapat berpikir kreatif imajinatif untuk menciptakan hal baru atau mengkreasikan yang sudah ada.
Tuesday, January 29, 2013
video proses pembelajaran
Bagaimana perasaan kita jika menjadi bintang film? Bangga? Menceritakan pada teman-teman? Atau bagaimana?
Di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo, proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan anak-anak seringkali didokumentasikan dalam bentuk video. Secara berkala, sebulan sekali dokumentasi video tersebut dibuat format film dan kemudian diputar untuk ditonton bersama melalui LCD player.
Hasilnya dapat ditebak, anak-anak begitu antusias menonton gambar diri mereka sendiri ketika beraktifitas. Dan dengan bangganya mereka akan menunjuk-nunjuk dirinya yang terlihat di layar.
Di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo, proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan anak-anak seringkali didokumentasikan dalam bentuk video. Secara berkala, sebulan sekali dokumentasi video tersebut dibuat format film dan kemudian diputar untuk ditonton bersama melalui LCD player.
Hasilnya dapat ditebak, anak-anak begitu antusias menonton gambar diri mereka sendiri ketika beraktifitas. Dan dengan bangganya mereka akan menunjuk-nunjuk dirinya yang terlihat di layar.
experimentation and empirically
Masa kanak-kanak adalah masa yang indah untuk bereksplorasi dalam bidang apapun. Sesuatu yang bagi orang dewasa merupakan hal yang biasa, bisa jadi menjadi pengalaman luar biasa bagi anak-anak. Karena itulah perlu adanya pengenalan berbagai hal kepada anak-anak. Salah satu teknik pengenalan tersebut adalah dengan experimentation (percobaan) yang dapat memberikan empirically (pengalaman).
Salah satu percobaan adalah dengan menggunakan media air dan tanah yang kemudian diberi biji jagung. Sederhana sekali. Tetapi ternyata sangat menyenangkan bagi anak-anak.
Begitulah salah satu kegiatan yang dilaksanakan di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo. Bermain sambil belajar. Menyenangkan bukan?
Monday, January 28, 2013
KREATIFITAS
Setiap anak memerlukan ruang untuk bereksplorasi menunjukkan kreatifitasnya. Semakin kreatif seorang anak, insyaAllah semakin kuat daya tahannya terhadap problema yang dihadapi. Untuk itu perlu ada stimulus yang tepat bagi si anak dalam rangka mengolah dan mengembangkan daya kreatifnya. Di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo, banyak sekali pembelajaran pengembangan kreatifitas anak.
Hal ini tentu akan memupuk semangat anak dalam bereksplorasi dan bereksperimen. Di kemudian hari, diharapkan si anak mampu menjadi orang dengan type "trendsetter" bukan hanya "follower".
Hal ini tentu akan memupuk semangat anak dalam bereksplorasi dan bereksperimen. Di kemudian hari, diharapkan si anak mampu menjadi orang dengan type "trendsetter" bukan hanya "follower".
Dan semoga kelak mereka menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia
BUNGA UNTUK BUNDA
Bunda adalah pejuang bagi kita. Bahkan ada ungkapan bahwa jika kasih anak hanya sepanjang sepenggalah maka kasih ibu adalah sepanjang jalan yang tak berujung. Dalam ajaran islam pun, Rasulullah saw telah mengajarkan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu, yang berarti kita harus begitu tinggi dalam menghormati ibu.
dalam rangka hal seperti inilah, RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo menyelenggarakan kegiatan yang menunjukkan apresiasi tinggi terhadap ibu. Kegiatan ini berlangsung di taman GOR Ponorogo dengan skema acara anak-anak mencari bundanya sendiri serta mempersembahkan bunga untuknya.
Suasana haru pun tercipta. Anak-anak berlarian mencari bundanya. Ada yang langsung ketemu, namun ada juga yang harus bolak-balik mencari. Bahkan ada yang menangis karena merasa kehilangan sang bunda.. Dan yang paling mengharukan adalah tangisan dari anak yang bundanya tidak bisa ikut karena sedang bekerja di luar negri.
Kegiatan semacam ini akan semakin menumbuhkan rasa kecintaan anak pada sang bunda.
dalam rangka hal seperti inilah, RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo menyelenggarakan kegiatan yang menunjukkan apresiasi tinggi terhadap ibu. Kegiatan ini berlangsung di taman GOR Ponorogo dengan skema acara anak-anak mencari bundanya sendiri serta mempersembahkan bunga untuknya.
Suasana haru pun tercipta. Anak-anak berlarian mencari bundanya. Ada yang langsung ketemu, namun ada juga yang harus bolak-balik mencari. Bahkan ada yang menangis karena merasa kehilangan sang bunda.. Dan yang paling mengharukan adalah tangisan dari anak yang bundanya tidak bisa ikut karena sedang bekerja di luar negri.
Kegiatan semacam ini akan semakin menumbuhkan rasa kecintaan anak pada sang bunda.
I LOVE YOU BUNDA
Friday, November 23, 2012
MONITORING LEMBAGA
Sebagai salah satu Lembaga di bawah naungan Kemenag Kab Ponorogo, maka RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo juga harus melalui tahapan Monitoring Lembaga. Hal ini untuk cek & ricek kinerja Kepala Sekolah beserta staff dan guru. Semua data yang berhubungan dengan proses pembelajaran, mulai dari Rencana Kegiatan Harian (RKH), Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), Program Semester (Promes) sampai berbagai komponen penilaian siswa.
Tim Monitoring yang terdiri dari bpk Sudarto, bpk Supriyono dan bpk Djain melakukan pengecekan terhadap administrasi pembukuan para guru. Alhamdulillah hasil monitoring kali ini memuaskan. Bahkan ada beberapa point yang memiliki nilai plus, meskipun tetap ada juga kekurangan dalam beberapapoint yang lain.
Di akhir monitoring, para anggota tim memberikan pengarahan untuk perbaikan kinerja para guru di masa yang akan datang. Bagi Kepala Sekolah dan jajaran guru, program monitoring ini benar-benar memberikan banyak ilmu yang dapat diserap untuk digunakan dalam proses pembelajaran di RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo.
PEDULI SOSIAL
Momentum Muharram telah tiba. Di mana-mana banyak dilaksanakan apa yang lazim disebut "Lebaran Yatim" atau "Yatiman". RA Muslimat NU 016 Mayak Tonatan Ponorogo tidak mau ketinggalan. Sudah menjadi agenda rutin tahunan, salah satu program pembelajaran adalah stimulus peduli sosial yang diwujudkan dalam acara "Yatiman" pada tiap tanggal 10 Muharram. Untuk tahun pelajaran 2012-2013 dilaksanakan pada hari Sabtu tgl 24 Nopember 2012.

Kegiatan dimulai dengan ceramah seputar anak yatim, dengan tujuan anak-anak lebih memahami tentang anak yatim sehingga mampu berperilaku shalih sosial dengan indikator mampu berbuat baik terhadap anak yatim. Kebetulan untuk tahun ini, ada 2 murid yang berstatus yatim. Kegiatan pun dilanjutkan dengan acara penyerahan bantuan kepada ke-2 anak yatim yang disertai pengusapan rambut kepala.
Kegiatan seperti ini mendapat respon yang positif dari para wali murid, terindikasi dari banyaknya donatur yang masuk untuk mendukung kegiatan. Selain itu respon positif juga ditunjukkan oleh para siswa, dimana mereka menjadi lebih paham tentang kondisi ke-2 temannya yang berstatus yatim. Dengan demikian diharapkan karakter kepedulian sosial dapat tumbuh dan berkembang dalam jiwa anak-anak ... insyaAllah.
Kegiatan dimulai dengan ceramah seputar anak yatim, dengan tujuan anak-anak lebih memahami tentang anak yatim sehingga mampu berperilaku shalih sosial dengan indikator mampu berbuat baik terhadap anak yatim. Kebetulan untuk tahun ini, ada 2 murid yang berstatus yatim. Kegiatan pun dilanjutkan dengan acara penyerahan bantuan kepada ke-2 anak yatim yang disertai pengusapan rambut kepala.
Kegiatan seperti ini mendapat respon yang positif dari para wali murid, terindikasi dari banyaknya donatur yang masuk untuk mendukung kegiatan. Selain itu respon positif juga ditunjukkan oleh para siswa, dimana mereka menjadi lebih paham tentang kondisi ke-2 temannya yang berstatus yatim. Dengan demikian diharapkan karakter kepedulian sosial dapat tumbuh dan berkembang dalam jiwa anak-anak ... insyaAllah.
Sunday, September 2, 2012
BIARKAN MEREKA BANGGA
Anak-anak, siapapun itu, pasti akan merasa bangga ketika hasil karyanya dipuji dan dipublikasikan. Memberikan mereka kesempatan untuk berkarya sekaligus memberikan apresiasi atas hasil karya mereka, akan memupuk semangat dan motivasi
Subscribe to:
Posts (Atom)






